I am

Jumat, 15 Maret 2013

SEBUAH TULISAN




SEBUAH TULISAN...


Perjalanan hidup berawal dari angan.
Tiap hari dijalani dengan penuh semangat, menyongsong masa depan yang cerah.

Belajar, bekerja, berdoa, berusaha, merupakan hal yang harus dilakukan untuk mencapai sesuatu yang ingin kita capai dalam kehidupan di dunia.

Aspek bermasyarakat, mengenal berbagai sisi manusia, keluarga, teman, kawan, kerabat, sahabat, sampai seseorang yang berharga bagi kita sendiri.

Orang yang membuat bersemangat dalam hal apapun itu, orang yang memang dijadikan sosok penyemangat dalam hati kita.

Kita harus berusaha untuk  mencari sosok yang tepat bagi diri kita serta mempertahankannya.
Mempertahankan sesuatu memang lebih sulit, tapi ini merupakan langkah dalam mempertahankan apa yang telah kita dapat.

Sesuatu hal itu menjadi istimewa, tatkala kita merasa cocok dengan sesorang, dan mampu mempertahankannya.
Segala perbedaan itu merupakan suatu kewajaran, karena kita tak mungkin menemukan yang sempurna.

Mencintai seseorang merupakan suatu anugrah yang tak ternilai, hati merasa senang, bahagia, kadang membuat sedih, terkadang kesal.

Tapi itulah liku kehidupan setiap manusia, kita tak perlu menyesali apa yang telah terjadi dibelakang, karena itu merupakan suatu pelajaran yang harus menjadi patokan, dan bukan untuk dijadikan kesedihan...





Sepenggal lirik lagu dari Tangga.

“Cinta tak mungkin berhenti”
“Secepat saat aku jatuh hati”
“Jatuhkan hatiku kepadamu”
“Sehingga hidupkupun berarti”

“Cinta tak mudah berganti”
“Tak mudah berganti jadi benci”
“Walau kini aku harus pergi”
“Tuk sembuhkan hati”


Meski sakit, itu sebuah pengalaman, jangan dijadikan pusat kesedihan.
Bertahan dengan keadaan, harus mampu bangkit, meski bayang-bayang itu terus mengikuti.
Kuatkan hati, bulatkan tekad, pasti kan jadi jalan terbaik.

Liku hidup, dalam pekerjaan ataupun dalam pencintaan, merupakan, suatu hal tak perlu menjadi beban, kita hanya perlu menjalaninya dengan ikhlas.

Seseorang yang dianggap baik, belum tentu baik.
Kebaikan itu hanya untuk orang yang ikhlas.

“Aku mengaku bisa”
“Tapi hati tak bisa”

Sungguh sangat menyesakkan hati, jika harus terjadi seperti hal itu.
Ikhlas adalah kunci menjadi bahagia.
Tak perlu memaksakan hal yang dikehendaki jika hanya membuat luka.

Sebuah perjalanan panjang, untuk saling mengenal. Memahami, saling melengkapi satu sama lain.
Untuk menjadi seseorang yang menyempurkan pasangan kita.


“Jangan pernah menyerah untuk mendapatkan sesuatu yang kamu inginkan. Mungkin hari ini kamu gagal, tapi masih ada hari esok tuk mencobanya kembali.”

“Jangan buang kesempatan untuk menyayangi orang yang ada didekatmu, karena sesuatu yang sudah tak ada, pasti akan lebih terasa.”

Setiap jejak langkah akan membekas, bukan untuk di lihat, tapi untuk di jadikan pelajaran.
Meski suatu saat menemukan titik kejenuhan, itu sebuah pelajaran bagi kita untuk belajar hidup bersama pasangan sampai akhir hayat.

Semua hal yang dulu terjadi, merupakan langkah awal untuk menjadi lebih baik.
Menjadi lebih dewasa dalam menyikapi dan menjalani hidup ini.
Meski rasa sakit sering menghampiri, itu merupakan latihan di kerasnya kehidupan ini.
Semua harus dengan ikhlas menjalaninya.


Kemarin adalah sejarah.
Hari ini adalah kenyataan.
Besok adalah harapan.

By Dithe . . .

Rabu, 06 Maret 2013

Cara Menyelesaikan Persamaan Kuadrat

Definisi

—Persamaan kuadrat adalah suatu persamaan yang pangkat tertinggi dari variabelnya adalah 2. Bentuk umum persamaan kuadrat adalah ax2 + bx + c = 0 dengan a,b,c ∈ R di mana R adalah himpunan bilangan real dan a ≠ 0
Contoh:
x2 – 9 = 0
x2 – 16x = 0
x2 + 7x + 12 = 0
—Nilai pengganti x yang memenuhi persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0 disebut penyelesaian persamaan kuadrat.
Ada 3 metode untuk menyelesaikan persamaan kuadrat, yaitu:
  1. Memfaktorkan
  2. Melengkapkan kuadrat sempurna
  3. Menggunakan rumus kuadrat (rumus abc)
  4.  
     

Menyelesaikan Persamaaan Kuadrat dengan Metode Memfaktorkan

Aturan Faktor 0
Sebelum kita mulai membahas tentang penyelesaian persamaan kuadrat dengan metode memfaktorkan, ada baiknya kamu mengetahui dulu tentang aturan faktor 0. Aturan faktor nol menyatakan bahwa hasil kali sembarang bilangan dengan bilangan nol adalah nol.
Contoh: 2 × 0 = 0, 0 × 9 = 0 atau 0 × 0 = 0.
—Jadi jika hasil kali dua bilangan sama dengan nol maka salah satu atau kedua bilangan tersebut adalah nol. —Secara simbolik dinyatakan bahwa jika ab = 0 maka a = 0 atau b = 0. —Kata atau pada ” a = 0 atau b = 0 ” berarti bahwa salah satu dari a atau b sama dengan nol atau bisa jadi kedua-duanya sama dengan nol.
Dengan mengenal aturan faktor 0 ini, maka penyelesaian persamaan kuadrat dengan metode memfaktorkan dapat dilakukan.

Contoh Kasus 1:
3x2 – 9x = 0
Pada soal di atas, 3x2 - 9x = 0 dapat diubah menjadi 3x (x-3) = 0 dengan menggunakan aturan distributif. Selanjutnya dengan menggunakan aturan faktor nol dapat diperoleh:
3x = 0 atau x-3 = 0
Sehingga dapat diperoleh x = 0 atau x = 3. Jadi penyelesaian persamaan kuadrat 3x2 - 9x = 0 adalah x = 0 atau x = 3.

Contoh Kasus 2:
x2 + 5x + 6 = 0
Soal di atas berbeda dengan soal sebelumnya, karena memiliki variabel ketiga. Lalu bagaimana memecahkan soal di atas? Sesungguhnya ada cara yang sangat mudah. Secara umum, jika x1 dan x2 dianggap sebagai penyelesaian suatu persamaan kuadrat maka rumus persamaan kuadrat tersebut menjadi x2 – x ( x1 + x2 )+ x1 . x2 = 0.
Dengan menggunakan faktor 0, maka dapat diperoleh (x+2) = 0 atau (x+3) = 0. Sehingga dengan demikian penyelesaian dari x2 + 5x + 6 = 0 adalah x = -2 adalah x = -3.
Mudah bukan?

Latihan Soal

Setelah mempelajari soal-soal di atas, maka sebagai sarana latihan, cobalah selesaikan soal-soal berikut ini:
  1. x2 + 7x + 12 = 0
  2. x2 - x – 12 = 0
  3. x2 + 3x – 28 = 0
  4. x2 - 8x + 15 = 0
  5. x2 + x – 100 = 0
Silakan dikerjakan dan jawabannya harap dikumpulkan via comments di bawah. Selanjutnya apabila semua sudah menguasai Cara Menyelesaikan Persamaan Kuadrat dengan Metode Memfaktorkan, kita akan belajar cara menyelesaikan persamaan kuadrat dengan rumus ABC.

Selamat belajar.