I am

Kamis, 31 Desember 2015

ROTASI ATAU PERPUTARAN POSISI PEMAIN DALAM PERMAINAN BOLA VOLI



ROTASI ATAU PERPUTARAN POSISI PEMAIN DALAM PERMAINAN BOLA VOLI


Dalam permainan bola voli perputaran pemain sangatlah penting,kalau terjadi kesalahan bisa menimbulkan point buat musuh.Banyak juga kan yang belum mengerti tentang rotasi pemain? Kali ini saya akan menulis tentang perputaran posisi dalam permainan bola voli.

Dibawah ini adalah posisi perputaran pemain dalam bola voli : 





1. Pada saat bola dipukul oleh server (pemukul servis),setiap regu harus berada dilapangannya masing-masing kecuali server berjajar 2 deret masing-masing 3 pemain. Deret-deret tersebut tidak boleh lurus.

2. Ketiga pemain yang berada didekat net disebut pemain deret depan dan menempati posisi
4(kiri),tiga(tengah)dan 2(kanan).Tiga pemain lainnya adalah pemain deret belakang dan menempati posisi 5 (kiri),posisi 6 (tengah) dan posisi 1(kanan).setiap pemain deret belakang harus menepati posisi lebih jauh dari net dibanding pemain deret depan yang dihadapannya.

3. Posisi pemain ditentukan dan dikontrol berdasarkan posisi kakinya pada lantai yaitu sebagai berikut :
a).  Setiap pemain deret depan sebagian dari kakinya harus lebih dekat dengan net dibanding kaki pemain belakangya.

b). Setiap pemain samping kanan (kiri) sebagian kakinya harus lebih dekat dengan garis samping kanan (kiri) dibanding kaki pemain tengah yang sederet.

4. Begitu bola telah diservis para pemain boleh bergerak atau berpindah tempat dan menempati berbagai posisi di lapangannya sendiri dan daerah bebas.

PERPUTARAN PEMAIN (ROTASI)

Ketika regu penerima telah memperoleh hak melakukan servis pemainny harus bergeser satu posisi searah jarum jam (pemain dari posisi 2 berindah keposisi 1) untuk melakukan servis pemain diposisi 1 berpindah keposisi 6 dan selanjutya.

KESALAHAN POSISI

1.) Pemain suatu regu melakukan kesalahan jika mereka tidak berada diposisinya yang benar pada saat bola dipukul oleh server atau penyervis.

2.) Jika penyervis melakukan kesalahan servis pada saat memukul bola kesalahnnya terletak pada posisi dan ialah yang dihukum.Jika sesudah bola dipukul servisya menjadi salah maka kesalahan posisi yang dihukum.

3.) Kesalahan posisi berakibat sebagai berikut :
a.) Kesalahan dihukum dengan dinyatakan kalah reli
b.) Pemain kembali ke posisinya yang benar

KESALAHAN PERPUTARAN

1.) Kesalahan perputaran terjadi bila giliran servis dilakukan tidak menurut urutan perputaran.Ini berhubungan dengan kesalahan posisi kesalahannya harus dibetulkan dan regu yang melakukan kesalahan dihukum menurut peraturan.
2.) Penilai harus menentukan tepatya (menunjukkan saat kesalahan dilakukan ) semua nilai yang diperoleh regu selama membuat kesalahan harus dibatalkan.Nilai lawan tetap diakui,jika sejak kapan nilai diperoleh saat pemain salah posisi atau salah urutan,servis tidak bisa ditentukan hukumannya hanya berupa sanksi.


Semoga tulisan ini bermanfaat. Kritik dan saran akan membuat penulis menjadi lebih baik lagi.
Terima Kasih.

Jumat, 20 November 2015

SATUAN UKURAN JUMLAH LUSIN, GROSS, RIM, DAN KODI



Satuan Ukuran Jumlah Lusin, Gross, Rim, dan Kodi
Ketika menjalankan aktifitas sehari-hari kalian pasti pernah mendengar beberapa istilah seperti Lusin, Gross, Rim, dan Kodi di dalam matematika istilah tersebut disebut sebagai satuan ukuran kuantitas atau jumlah. Satuan ini biasa digunakan untuk menyatakan banyaknya jumlah dari suatu benda atau barang. Bagi kalian yang belum mengetahui ataupun belum hafal dengan ukuran satuan tersebut, mari kita mempelajarinya bersama-sama dengan menyimak pembahasan Rumus Matematika Dasar mengenai ukuran satuan jumlah berikut ini:
 
Satuan ukuran jumlah yang paling umum digunakan adalah:

1 lusin = 12 buah.
1 gross = 144 buah = 12 Lusin
1 kodi = 20 buah.
1 rim = 500 lembar.



Penggunaan Satuan Ukuran Jumlah Lusin, Gross, Rim, dan Kodi

Ukuran-ukuran di atas biasanya digunakan sesuai dengan jenis barang tertentu, misalnya:

Lusin
Istilah lusin lebih sering digunakan untuk menyatakan jumlah barang seperti gelas, piring, sendok, toples, dan sebagainya.

Rim
Istilah rim biasanya digunakan untuk menyatakan jumlah lembaran pada kertas.

Gross
Gross umumnya digunakan untuk menyatakan jumlah alat-alat tulis seperti buku, pensil, dan sebagainya.

Kodi
Sedangkan kodi biasanya dipergunakan untuk menyatakan jumlah dari barang-barang tekstil seperti kain, celana, baju, dan sebagainya.


Contoh Soal Lusin, Gross, Rim, dan Kodi
Berikut ini adalah beberapa contoh soal yang berkaitan dengan satuan ukuran kuantitas atau jumlah:


Soal 1:
Dithe memiliki 15 kotak paku. Apabila setiap kotak berisi 2 lusin paku, maka berpakah jumlah keseluruhan paku yang dimiliki Dithe?

Jawab:
Diketahui setiap kotak berisi 2 lusin paku = 12 x 2 = 24 paku
Dithe memiliki 15 kotak paku, maka jumlah keseluruhan paku adalah:

15 x 24 = 360 buah paku.


Soal 2:
Di dalam sebuah kardus terdapat 9 gross pensil. Maka ada berapa lusin pensil di dalam kardus tersebut?

Jawab:
Diketahui 1 gross = 12 lusin, maka:

9 gross = 7 x 12 lusin = 108 lusin


Soal 3:
Ayah membeli 7 kardus kertas. Setiap kardus kertas berisi 4 rim kertas. Maka ada berapa lembar kertas yang dibeli oleh ayah?

Jawab:
Diketahui 1 rim = 500 lembar, setiap kardus berisi 4 rim kertas = 4 x 500 = 2000 lembar kertas.

Ayah membeli 7 kardus kertas, maka jumlah kertas yang dimiliki ayah adalah:

2000 x 7 = 14000 lembar kertas.


Soal 4:
Di dalam lemari tersimpan 6 lusin pensil. Ada berapa gross pensil di dalam lemari tersebut?

Jawab:
Diketahui 1 gross = 12 lusin, maka:

6 lusin = 6/12 = 1/2 gross

Soal 5
Ibu membeli 12 kodi celana dan 5 kodi baju. Berapakah jumlah keseluruhan barang yang dibeli oleh Ibu?

Jawab:
Diketahui 1 kodi = 20 buah, maka:

12 kodi celana = 12 x 20 buah = 240 buah celana
  5 kodi baju = 5 x 12 = 60 buah baju

Maka jumlah keseluruhan barang yang dibeli ibu adalah: 240 + 60 = 300 buah barang

Demikian uraian singkat mengenai Satuan Ukuran Jumlah Lusin, Gross, Rim, dan Kodi semoga bisa menambah wawasan kalian mengenai ukuran satuan kuantitas yang sering digunakan di dalam kegiatan sehari-hari ini.